Kemarau tahun ini (2019) lebih lama dari tahun kemarin. Sumur-sumur di kampungku sudah mulai banyak yang kering. Akibatnya banyak warga yang kesulitan air bersih. Beruntung ada saluran air bersih swadaya yang dikelola masyarakat. Saluran air bersih swadaya ini bersumber dari sumur yang letaknya berada di dekat sungai sehingga debit airnya cukup stabil. Dari sumur tersebut air disalurkan melalui pipa ke perkampungan. Letak sumur tersebut tidak terlalu jauh. Sekitar 200 meter. Hanya saja untuk menaikan air dari sumur ke perkampungan diperlukan pompa yang cukup besar. Ini dikarenakan posisi sumur yang berada di lembah sedangkan rumah warga ada di bukit. Perbedaan ketinggiannya ada sekitar 50 meter. Teringat tigapuluhan tahun yang lalu. Saat itu sebagain besar orang mayoritas belum memiliki sumur di rumah. Untuk keperlun air bersih, warga mengandalkan sumur yang ada di lokasi pemandian di pinggir perkampungan. Pemandian itu posisinya agak bawah jika dibanding letak pe...
Posts
William Shakespeare pernah mengungkapkan: "What's in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet." (Apalah arti sebuah nama? Andaikata kamu memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi). Itu arti nama menurut Shakespeare. Bagi saya dan mungkin juga anda nama memiliki arti yang sangat penting. Nama adalah tanda pengenal, harapan dan doa. Orangtua memberikan nama kepada anaknya tentu berharap membawa kebaikan kepada pemilik nama tersebut. Pemberian nama anak tidak akan terlepas dari budaya dimana kita tinggal sehingga nama seseorang akan terlihat unik serta bisa menunjukan darimana dia berasal. Namun akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi kini sekat-sekat budaya tersebut memudar sehingga pemberian nama sekarang cenderung universal dan tidak lokal. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemberian nama dulu dan sekarang. Nama-nama jaman dulu sangat terlihat lokal dan unik sesuai dengan suku at...
Di daerah saya Bulan Dzulhijjah lebih dikenal dengan Bulan Rayagung. Bulan ini juga bisa disebutkan bulan hajatan. Banyak keluarga yang menyelenggarakan hajatan perkawinan atau khitanan di bulan ini. Dalam satu bulan bisa lebih dari 4 buah undangan yang didapat. Jika saja satu buah surat undangan seharga 50.000 maka untuk 4 undangan dibutuhkan 200.000 untuk memenuhinya. Tradisi hajatan pada awalnya merupakan manifestasi dari sikap gotongroyong di masyarakat. Tak ada hitungan untung rugi dalam tradisi hajatan di jaman dulu. Jika ada seseorang yang mempunyai pekerjaan menikahkan putra/putrinya , maka orang sekampung akan datang ke rumah si empunya hajat dengan tujuan membantu sebisanya. Ada yang membawa kayu bakar, beras, pisang, ikan dan lain-lain. Selain itu pekerjaan membuat panggung, mengambil ikan di kolam, mengambil daun jati untuk bungkus nasi dilakukan secara sukarela oleh seluruh warga. Sekarang hajatan lebih berkembang ke arah bisnis. Seseorang yang menyumbang kepada...
Galendo adalah makanan yang terbuat dari ampas minyak kelapa. Pada awalnya ampas ini adalah hasil sampingan atau bukan tujuan utama dalam pengolahan buah kelapa menjadi minyak kelapa. Tujuan utamanya adalah minyak kelapa yang pada masanya ( 1990 ke bawah) menjadi kebutuhan utama ibu-ibu untuk keperluan masak memasak. Maklum saja, pada saat itu belum ada minyak sayur/minyak kelapa sawit. Minyak kelapa menjadi pilihan utama dalam aktifitas memasak maupun industri makanan. Berbicara galendo, saya teringat kembali pada memori puluhan tahun silam di tahun 1980-1990 an. Saat itu pengrajin minyak kelapa merupakan profesi yang cukup banyak diminati. Hampir di setiap kampung di daerah saya (Ciamis), ada pengrajin yang mengolah kelapa menjadi minyak kelapa. Pengusaha minyak kelapa memiliki status ekonomi yang cukup tinggi di masyarakat. Di dekat rumah saya juga terdapat satu tempat pengolahan minyak kelapa. Saya menyebutnya pabrik minyak kelapa. Bangunannya menempel pada bangun...